Traveling ke luar negeri, artinya berkenalan dengan bahasa setempat. Beberapa bangsa di dunia, justru dianggap seksi karena aksen dari bahasa yang mereka pergunakan.
Ada orang-orang yang suaranya saja melelehkan hati pria dan wanita yang mendengarnya. Dilansir dari News Australia, Jumat (7/12/2012), memang ada beberapa bahasa asing dengan aksen yang menawan.
1. Argentina
Amerika Selatan itu adalah masyarakat melting pot seperti di Argentina. Aneka budaya berbaur. Orang Argentina berbahasa Spanyol, namun diucapkan dengan nada yang tegas. Dialeknya susah ditiru, namun menawan hati.
Orang terkenal: Fernando Lamas, Gabriela Sabatini
2. Thailand
Bagi orang Barat, bahasa dan aksen Thai yang melantun terdengar sangat menggoda. Dalam ilmu bahasa, aksen Thai itu disebut monosyllabic. Orang Thai memberikan penekanan nada di tengah kata, lalu huruf terakhir dipanjangkan melantun.
Coba dengar saat perempuannya menyapa, "Sawasde kaa..." Dengan 'kaa' yang panjang melantun, pria mana yang tidak tergoda.
Orang terkenal: Tony Jaa, Tata Young
3. Trinidad
Trinidad di kawasan Karibia punya campuran dialek Afrika, Prancis, Spanyol, Creole dan Hindi sekaligus. Saat kemudian mereka berbahasa Inggris, hasilnya sungguh menghipnosis.
Orang terkenal: Nikki Minaj, Billy Ocean
4. Brazil
Brazil ini unik, mereka berbahasa Portugis namun mendapat pengaruh Prancis. Aksennya lebih berwarna daripada bahasa aslinya di Eropa. Cara mereka mengucapkan huruf vokal, sungguh menggoda Anda untuk pergi berlibur bersama.
Orang terkenal: Alice Braga, Anderson Silva
5. AS bagian Selatan
Aksen orang AS di bagian selatan, berbeda dengan utara. Aksen selatan AS membuat mereka yang mengucapkannya dirasakan penuh kehangatan dan keramahan. Karena, bicara buru-buru itu tidak seksi.
Orang terkenal: Matthew McConaughy, Britney Spears
6. Inggris
Bahasa Inggris dengan aksen Oxford British adalah yang paling seksi dari aksen Inggris lain. Orang yang mengucapkannya terkesan baik, anggun, berpendidikan tinggi, berkasta bangsawan.
Orang terkenal: Hugh Grant, Sienna Miller, Jude Law, Kate Winslet
7. Irlandia
Aksen Irish itu dikenal penuh pesona, diucapkan dengan tekanan ringan dan tanpa nafas. Nada suaranya bisa berganti-ganti dari lemah menjadi penuh ancaman. Wow!
Orang terkenal: Colin Farrell, Andrea Corr
8. Spanyol
Bahasa Spanyol punya aksen yang mendayu-dayu. Kata apapun yang diucapkan tidak jadi soal. Selama keluar dari mulut orang Spanyol, semua terdengar seksi.
Orang terkenal: Javier Bardem, Penelope Cruz
9. Prancis
Bahasa Prancis memang punya aksen yang erotis. Naik turun, tapi di saat bersamaan menawan dan elegan. Pokoknya perhatikan saja gerak bibir mereka, tidakkah itu menggoda?
Orang terkenal: Audrey Tautou, Gerard Depardieu
10. Italia
Bahasa Italia punya aksen yang berapi-api dan romantis. Orang asing yang mendengarkan betah berlama-lama menikmati kata-kata yang diucapkan dengan cepat. Mendengar orang berbahasa Italia, mana tahan...
Orang terkenal: Monica Bellucci, Alessandro Del Piero.
Sumber
Bahasa yang Seksi
Kenapa Harus Menunggu Tua untuk Menikmati Kesuksesan?
Tau atau pernah nonton film "Back To The Future"? Di situ, mereka bisa seenaknya 'maju mundurin' waktu, karena ada alat yang diciptakan sama si Sang Professor. Itu film Hollywood!
Di kenyataannya, kita hidup cuma 1x. Kita ngga bisa 'maju mundurin' waktu. Kita mau bengong, mau tidur, waktu jalan terus. Setelah Agan membaca habis tulisan saya ini, kamu sudah melewati 1-2 menit waktu Agan.
Pertanyaannya: waktu yang Agan lewati itu, termasuk BERMAKNA atau TERBUANG SIA-SIA?
Siapa yang sering males-malesan? Kesehariannya diisi nongkrong di warung, ngerokok, ngegosip, nonton Tv (program yang tidak mendidik), dan seterusnya? Apa ngga berasa sayang ya ngebuang waktu? Tau kan, ngga peduli sekaya apapun Agan, Agan ngga akan pernah bisa membeli waktu!
Steve Jobs, salah satu orang terkaya di dunia,.. ketika kankernya semakin parah, dia ngga bisa beli waktu untuk lebih lama lagi hidup di dunia ini. No one can! Randy Pausch, seorang Professor yang terkenal dengan "The Last Lecture"-nya dan bukunya dengan judul yang sama juga ngga mampu membeli waktu ketika dia didiagnosa kanker.
Steve dan Randy sama-sama berusaha memaksimalkan hidup mereka di saat-saat akhir. Dan saya cukup yakin, ketika mereka meninggalkan dunia ini, mereka bahagia. Karena apa? Karena mereka tidak hanya memaksimalkan hidup mereka di saat-saat akhir saja, tapi mereka telah selalu berusaha semaksimal mungkin selama hidupnya. Buktinya apa? Pencapaian-pencapaian mereka selama hidupnya!
Nah, kita yang masih muda (saya umur 34 masih boleh ngaku muda ngga ya?), seharusnya bisa belajar dari Steve dan Randy. Kita juga seharusnya bisa 'lebih sadar' lagi bahwa hidup ini cuma 1x. Masa muda kita juga cuma 1x. Jangan kita sia-siakan.
Pertanyaannya: Apa yang sudah Agan lakukan di dalam hidup ini, yang bisa Agan banggakan? Apakah pencapaian itu sudah cukup? Agan puas? Ngga ingin berusaha mencapai sesuatu yang lebih besar lagi, lebih banyak lagi? Agan ngga ingin bermanfaat untuk lebih banyak orang lagi? dan seterusnya...
Saya percaya, akar dari semua motivasi adalah KESADARAN akan pentingnya suatu hal. Kalau Agan sudah sadar bahwa hidup ini cuma 1x dan sayang kalau disia-siakan, Agan akan secara otomatis berusaha semaksimal mungkin 'setiap detiknya'.
Kalau bisa produktif di masa muda, sukses di usia muda,.. kenapa mesti buang-buang waktu dan nunggu sukses di usia tua?
See you ON TOP!
Billy Boen
CEO PT Jakarta International Management (JIM)
President Director Rolling Stone Cafe Jakarta
Twitter: @billyboen
Facebook.com/billyboenYOT
Sebuah Wacana tentang Penjurusan di SMA
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam perubahan kurikulum baru
yang akan diterapkan pada Juni 2013 nanti, jenjang pendidikan dasar
terus menjadi sorotan karena perombakan yang dilakukan cukup besar.
Padahal perubahan besar juga terjadi pada struktur kurikulum pendidikan
menengah.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, mengatakan bahwa penjurusan
pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah bukan menjadi pilihan
lagi. Untuk itu, ada dua alternatif yang ditawarkan pada kurikulum baru
untuk metode pembelajaran tingkat SMA.
"Yang jelas penjurusan
nampaknya sudah bukan opsi lagi. Pilihannya sekarang adalah kelompok
peminatan atau nonpenjurusan sama sekali," kata Hamid, di Jakarta, Jumat
(7/12/2012).
Dari dua pilihan tersebut, Hamid menuturkan bahwa
pilihan cenderung mengarah pada kelompok peminatan. Bentuk kelompok
peminatan ini sendiri sebenarnya merupakan kombinasi antara penjurusan
dan non penjurusan. Pasalnya, bagi siswa yang masuk kelompok peminatan
IPA tetap diperbolehkan mengambil mata pelajaran di luar kelompok
peminatan tersebut.
"Jadi dengan kelompok peminatan ini, yang suka IPA memilih kelompok IPA tapi tetap boleh ambil mata
pelajaran
dari kelompok peminatan lain. Komposisinya tetap diatur nanti. Yang
pasti untuk kelompok IPA, mata pelajaran pada kelompok itu harus lebih
banyak," jelas Hamid.
Untuk masalah teknis pelaksanaan, ada dua
opsi yang sedang dibahas yaitu menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS)
atau tetap dengan sistem jam pelajaran seperti sekarang. Namun yang
pasti sistem moving class akan diberlakukan bagi anak-anak SMA mengingat
terbukanya peluang untuk memilih mata pelajaran yang disukainya.
"Nah
mulai dari kelas berapa juga masih dibahas. Ada yang minta dari kelas
X. Jadi saat kelas IX, guru BK harus bekerja ekstra untuk mengarahkan
anak pada minatnya. Tapi semua ini akan diperhatikan dari hasil uji
publik juga," tandasnya.
Tips dalam Menjalani Bimbel
Di sekolah kita memang sudah belajar, tetapi di rumah kita harus belajar lagi. PR adalah latihan dalam memecahkan soal.
Paling enak bila kita bisa belajar bersama, di sana kita bisa bertanya langsung tentang hal-hal yang tidak dimengerti.
Tetapi kadang belajar di sekolah pun kita merasa masih kurang. Untuk itulah kita membutuhkan pelajaran tambahan di luar jam sekolah, yang disebut les.
Kita bisa mengikuti les privat, semiprivat (berkelompok), atau bimbingan belajar (bimbel) yang diadakan lembaga bimbingan belajar.
Les privat berlangsung di rumah, dengan guru les dipanggil ke rumah. Karena hanya menghadapi satu murid, guru privat punya waktu untuk menerangkan dengan lebih rinci dan jelas.
Les privat cocok untuk kita yang ingin belajar dengan suasana tenang, tidak berisik. Terutama buat kamu yang agak malu bertanya di dalam kelas. Dengan guru privat, kita bisa bertanya sepuas-puasnya.
Sama seperti les privat, les ini juga diadakan di rumah. Tetapi pesertanya lebih dari satu. Bila punya kelompok belajar, kamu bisa mengajak kelompok belajar dan memanggil guru les ke rumah.
Lebih enak lagi kalau tempat lesnya berpindah- pindah sehingga semua peserta mendapat giliran rumahnya menjadi tempat kursus.
Ada beberapa sekolah yang setiap menghadapi kenaikan kelas mengadakan bimbingan belajar (bimbel) untuk sekelas. Tidak ada keharusan ikut, kalau kamu memang memilih ikut les privat atau semiprivat.
Bimbingan belajar di kelas ini sebetulnya lebih menarik karena banyak teman, dengan guru yang sama. Karena bimbingan belajar ini di luar jam pelajaran biasa, suasananya lebih santai, maka pelajaran pun biasanya lebih mudah dicerna.
Selain bimbingan belajar yang diadakan di sekolah, sekarang banyak sekali tempat kursus yang mengadakan bimbel.
Ada keuntungan bagi teman-teman kelas enam ikut bimbel. Karena di bimbel selain mengulang seluruh pelajaran, kita juga diajak mengerjakan soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya.
Untuk menghadapi ujian akhir kita memang harus rajin latihan, tidak sering bolos bimbel, dan mencapai nilai tertentu untuk setiap try out (uji coba) yang diadakan.
Boleh santai asal tetap sopan
Les di rumah, ikut semiprivat, atau bimbingan belajar, harus kita sadari dari awal sifatnya hanya pelajaran tambahan. Berhasil tidaknya kita ikut kegiatan ini, tergantung sikap kita sendiri. Agar kita termotivasi belajar dengan tekun, siapkan sikap saat berangkat kursus dengan:
1. Pakailah pakaian yang sopan, tetapi nyaman agar tidak mengganggu konsentrasi.
2. Kita boleh menggunakan sepatu sandal, atau sandal yang ringan, asal bukan
sandal jepit.
3. Tetaplah hormat kepada pembimbing walau kita tidak memanggil bapak atau
ibu seperti di sekolah. Panggilan guru pembimbing biasanya kakak.
4. Berteman dengan baik dengan sesama peserta, yang biasanya dari beberapa
sekolah berbeda. Keakraban dengan sesama peserta membuat suasana belajar
lebih nyaman.
5. Usahakan tidak sering membolos, tetap mempertahankan semangat belajar.
6. Suasana kelas memang lebih santai, tidak seserius belajar di sekolah.
Maharani Aulia, Penulis Lepas; Tinggal di Surabaya.
Sumber
Secret Of language II
KOMPAS.com - Wacana penghapusan bahasa Inggris dari
kurikulum SD selayaknya patut dipertimbangkan efek untung dan ruginya.
Jangan hanya mengedepankan pertimbangan emosional yang bersifat
reaksioner tanpa menghiraukan manfaatnya yang bisa jadi lebih besar.
Alasan-alasan
yang bersifat ilmiah, rasional, dan terukur sangat perlu sebagai dasar
bagi keputusan yang dibuat sehingga bongkar pasang kurikulum tidak
terjadi tiap kali menteri berganti.
Sesuai dengan Peraturan
Mendiknas No 23/2006, standar kelulusan pembelajaran bahasa Inggris:
siswa SD/MI adalah peserta didik yang harus mampu menunjukkan
keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa
Inggris. Dari sini terlihat bahwa pembelajaran bahasa Inggris menuntut
siswa SD dapat menggunakan empat alat indra sekaligus serta fungsi
kognitifnya.
Pertanyaannya, apakah perkembangan kemampuan
berbahasa anak usia 6-12 tahun ini akan terganggu? Soalnya, pada saat
yang sama mereka juga harus menggunakan otak dan alat indranya untuk
mempelajari bahasa lain: bahasa Indonesia. Lalu apakah bahasa ibu, dalam
hal ini bahasa Indonesia, akan mengalami kekacauan jika pada saat yang
sama mempelajari bahasa asing?
Perkembangan berbahasa
Secara
psikologis, siswa SD yang berusia 7-12 tahun ini berada pada masa
kanak-kanak tengah, middle childhood. Fase ini menjadi masa emas untuk
belajar bahasa selain bahasa ibu (bahasa pertama). Kondisi otaknya masih
plastis dan lentur sehingga penyerapan bahasa lebih mudah. Menurut
tokoh psikososial Erikson, kemampuan berbahasa anak pada fase ini lebih
berkembang dengan cara berpikir konsep operasional konkret.
Area
pada otak yang mengatur kemampuan berbahasa terlihat mengalami
perkembangan paling pesat ketika anak berusia 6-13 tahun, yang biasa
disebut sebagai critical periods. Selain itu, kemampuan dalam proses kognitif, kreativitas, dan divergent thinking berada
pada kondisi optimal sehingga secara biologis menjadi waktu yang tepat
untuk mempelajari bahasa asing. Hal ini berdasarkan hasil riset
teknologi brain imaging di University of California, Los Angeles.
Penelitian
lain juga menunjukkan hasil yang sama sebagaimana yang dilakukan Kormi
dan Nouri (2008): anak-anak yang mempelajari lebih dari satu bahasa
memiliki kemampuan lebih dalam tugas memori episodic, mempelajari
kalimat dan kata, dan memori semantic, kelancaran menyampaikan pesan dan mengategorikannya.
Dua
penelitian ini menunjukkan bahwa bilingualisme tidak akan mengganggu
performa linguistik anak dalam bahasa apa pun. Belum ada bukti bahwa
bahasa pertama akan bermasalah jika mempelajari bahasa kedua, ketiga,
dan seterusnya sebab fase anak-anak tengah memiliki fleksibilitas
kognitif dan meningkatnya pembentukan konsep.
Menurut Hurlock
(1993), anak-anak ini mampu memahami bahasa asing dengan baik seperti
halnya pemahaman terhadap bahasa ibunya dalam empat keterampilan
berbahasa: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Oleh karena
itu, anak-anak SD secara biologis berada dalam masa emas untuk
mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa
Indonesia.
Perkembangan otak yang mengatur kemampuan berbahasa
sedang tumbuh dengan pesat. Sensitivitas berbahasa pada anak-anak SD
sangat baik sehingga jika alasan menghapus bahasa Inggris dari kurikulum
SD karena faktor kemampuan, jelas itu kurang memiliki dasar ilmiah yang
kuat.
Tanggung jawab sosial
Pembelajaran
bahasa Inggris menjadi problem jika anak-anak SD lebih cenderung pada
bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Mereka lebih termotivasi
belajar bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia sehingga penguasaan
bahasa Indonesia lebih jelek daripada bahasa Inggrisnya. Apabila
siswa-siswa SD lebih senang belajar bahasa Inggris, berarti problemnya
berada pada sisi perhatian dan minat. Selanjutnya perlu dicari kenapa
perhatian dan minat siswa rendah terhadap bahasa Indonesia?
Penyelesaiannya
bukan dengan menghilangkan bahasa yang lebih menarik minat, melainkan
perbaiki dan bikin menarik pelajaran bahasa yang kurang mendapat
perhatian dan minat itu. Sebab, penguasaan bahasa Indonesia merupakan
tanggung jawab sosial anak sebagai bahasa nasional. Di sisi lain, bahasa
Inggris juga penting sebagai bekal generasi kita dalam menghadapi era
globalisasi.
Salah satu cara supaya siswa lebih cenderung
mempelajari bahasa Indonesia adalah pembenahan komprehensif, baik isi
maupun metode pembelajarannya. Metode yang dipakai harus variatif dan
kreatif sebagaimana dalam pengajaran bahasa Inggris. Bandingkanlah
metode yang biasa dipakai dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan
Inggris. Tentu kita akan mengatakan bahwa bahasa Inggris lebih variatif
dan kreatif dalam metode ataupun alat belajarnya. Guru-guru yang
mendampingi juga merasa senang dengan banyaknya pilihan metode
pembelajaran. Akhirnya, anak-anak SD lebih senang dan menikmati.
Jadi
sekali lagi, menurut saya, problemnya bukan pada mampu tidaknya siswa
SD mempelajari dua bahasa dalam satu waktu, melainkan lebih pada
kecenderungan penguasaan terhadap bahasa. Problem psikologis ini yang
agaknya jadi kendala bagi siswa SD mempelajari dua bahasa dalam kurun
waktu yang sama. Sebab, sampai sejauh ini, belum ada bukti ilmiah yang
menguatkan bahwa mempelajari bahasa lebih dari satu dalam satu waktu
akan mengacaukan sistem kebahasaan yang lain dalam kognisi anak.
Semoga
pendapat yang sedikit ini dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah
dalam mengevaluasi kurikulum bagi anak-anak SD, khususnya mengenai
pelajaran bahasa Inggris. Keputusan yang terburu-buru dan reaksioner
sama dengan tindakan menggadaikan masa depan generasi bangsa.
Ainna Amalia FN, Dosen Psikologi IAIN Sunan Ampel, Surabaya
sumber
Secret Of Language
JAKARTA, KOMPAS.com — Seperti kata
pepatah, belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar
sesudah dewasa serupa mengukir di atas air. Begitu juga ketika belajar
bahasa asing. Memang akan lebih efektif jika mulai belajar bahasa asing
dari kecil karena di usia itulah anak-anak bisa dengan mudah meniru
pelafalan yang benar.
Namun, jangan dulu menyerah dengan pepatah
lama di atas. Menurut praktisi lembaga bahasa Inggris LIA, Suhud
Widagdo, orang dewasa pun tetap bisa mengembangkan kemampuan belajar
bahasa Inggris pun jika baru memulainya sekarang.
"Tak ada yang
mustahil memang meskipun pembentukannya agak lebih lama. Sebab, masalah
orang dewasa kebanyakan adalah soal keterbatasan kosakata," kata Suhud
kepada Kompas.com di Jakarta, Minggu (11/11/2012) kemarin.
Kosakata
yang seharusnya dikuasai saat masih kanak-kanak tetap bisa dihafalkan
dari sekarang asal dilakukan dengan serius dan berkesinambungan.
"Yang
penting harus punya pedoman kata yang secara terus-menerus dihafal dan
harus banyak dulu katanya. Kalau sudah banyak, kan, tinggal
digabung-gabungkan. Nanti dulu soal kebenaran menyusun katanya. Kalau
sudah banyak akan ada kesempatan membenarkannya," ujarnya.
Selain
memperbanyak kosakata, membiasakan berkomunikasi dengan bahasa yang
dipelajarinya juga harus terus dilakukan. Hal ini perlu dilakukan agar
lidah kita dapat menyesuaikan dalam pengucapan bahasa Inggris serta
bakal terlatih.
"Mereka tetap tidak boleh putus asa untuk
belajar. Awalnya berat, tetapi memang harus dipaksa dengan banyak
berkomunikasi langsung dan mengumpulkan terus pilihan kosakata lainnya,"
katanya.
"Pede aja..."
Suhud
menyarankan, tidak hanya sering mengucapkan kosakata yang sedang
dipelajari, tetapi juga dituliskan dalam buku catatan tersendiri, agar
pengejaannya benar.
"Secara akademis bahasa Inggris, bentuk
tulisan itu akan dapat dipertanggungjawabkan. Dari tulisan kita dapat
mengikuti kaidah standar bahasa Inggris yang baik dan benar," katanya
lagi.
Untuk menambah latihan jam terbang bercakap dalam bahasa
Inggris, Suhud menyarankan orang dewasa yang belajar bahasa menjaga
semangat belajar dan kepercayaan dirinya.
"Yang sering dirasakan
orang-orang dewasa ini adalah soal ketidakpercayaan diri untuk
menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Don't be afraid of making mistake.
Kita ini makhluk ciptaan Tuhan, yang dianugerahi akal. Jadi, satu kali
jatuh, kita akan berpikir dan tahu bagaimana cara menghindari itu,"
katanya.
Jika masih sering melakukan kesalahan dalam hal
pengucapan kata bahasa Inggris, lanjut Suhud, orang itu pun memerlukan
interaksi dengan seorang pembimbing.
Berlatih
Dia menyarankan siswa bergabung dalam english club untuk
umum di akhir pekan. Di sana siswa dapat belajar bercakap,
berorganisasi, ikut berdiskusi membahas topik, dan dengan memiliki rekan
untuk berlatih bicara atau pembimbing, mereka akan menuntun Anda
mengikuti kaidah berbahasa yang baik dan benar, atau mereka dapat
menjadi language evaluator Anda.
"Bagaimanapun itu, pada akhirnya siswa tetap keep on practising, sebab kalau tidak berlatih, lidah kita akan terasa aneh dan janggal," katanya.
Berbeda
dengan anak-anak di mana belajar mereka dimulai sejak usia dini akan
memudahkan mereka menerima pelajaran dengan lebih baik karena sel-sel
otak mereka mampu menyimpan memori dengan sangat baik. Yang penting,
bahasa Inggris diperkenalkan dan diajarkan dengan metode yang alami
tetapi menarik.
Untuk anak usia dini satu atau dua tahun, Suhud
menuturkan ada macam-macam cara yang dapat ditempuh untuk mulai
memperkenalkan bahasa asing, antara lain melalui permainan.
"Permainan edukatif atau games juga bisa mengasah keterampilan, tetapi yang diambil adalah permainan petulangannya. Sebab dengan menjadi gamer atau pemain, mereka sudah mampu menangkap vocabulary atau istilah dalam permainan-permainan. Itu di luar permainan perang ya," katanya.
Menurut direktur penerbitan majalan CnS Junior ini,
anak-anak dapat menerima kosakata secara pasif. Anak berusia satu
tahun, misalnya. Mereka lebih baik diperkenalkan dengan benda-benda di
sekitarnya untuk menambah perbendaharaan kosakatanya.
"Pembentukan vocabulary atau
kosakata itu penting sekali karena awalnya anak itu bisa berkomunikasi
adalah dari jumlah kata-kata yang dikenalnya. Dari sana ia nanti mampu
berbicara," katanya.
Berita Kisi-Kisi Soal UN
JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah polemik rencana
pelaksanaannya tahun depan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
melalui Badan Standar Nasional Pendidikan atau BSNP akhirnya merilis
kisi-kisi soal Ujian Nasional 2013. Perkiraan soal untuk jenjang
pendidikan dasar dan menengah itu mulai disosialisasikan di laman resmi
BSNP sejak hari Selasa (20/11/2012).
Dalam laman tersebut,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencantumkan tiga
tautan, yaitu tautan surat keputusan (SK) tentang kisi-kisi soal ujian
nasional (UN), tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah dasar, serta satu tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas.
SK
menyebutkan bahwa khusus kisi-kisi UN ini digunakan sebagai acuan dalam
penyusunan soal UN dan memiliki masa berlaku selama tiga tahun.
Sosialisasi
kisi-kisi soal UN ini sesuai dengan janji Kepala Pusat Penilaian
Pendidikan Kemdikbud Hari Setiadi, pekan lalu. Sebelumnya, rencana
sosialisasi kisi-kisi memang sempat diundur dari bulan Oktober ke bulan
November.
Kepada Kompas.com, pekan lalu, Hari
mengatakan, para guru dapat segera memanfaatkan kisi-kisi ini sebagai
acuan untuk mengajarkan materi yang sesuai kepada siswanya. Selain
melalui situs resmi BSNP dan Badan Penelitian dan Pengembangan
(Balitbang) Kemdikbud, kisi-kisi akan disosialisasikan melalui dinas
pendidikan di masing-masing daerah.
Materi yang dimuat dalam
kisi-kisi dan akan diujikan dalam UN tahun depan pun tidak jauh berbeda
dengan kisi-kisi soal UN 2012. Oleh karena itu, meski soal UN akan
dibuat dalam 20 variasi, menurut Hari, guru dan siswa tak perlu
khawatir.






